“shaa? Kok malah ngelamun??” :o
Tanya Vino yang sebenarnya pelan, namun membuatku kaget karena aku sedang
melamun. “aah iyaa iyaa.. okee aku kesana dulu ya?” ucapku sambil melambaikan
tangan pada Vino. “daa..” ucapnya sambil melambaikan tangannya dan tersenyum
padaku. “uuhh manisnyaa…tapi ada apa dengan dia?” dalam hatiku. Sebenarnya dulu
aku pernah sempat jadian sama si Vino. Bisa di sebut mantan sih, tapi aku masih
bingung. Kita jadian dan berlangsung 2bulan lebih hingga akhirnya kita
bertengkar hebat, dan kita seperti orang yang tidak saling kenal. Namun dengan
sikapnya yang seperti itu, aku masih sabar menunggunya dan aku benar-benar
masih suka sama dia. Banyak hal yang kita lakukan bersama, yang gak pernah bisa
aku lupakan. Mulai dari coklat pertama , dia adalah cowok yang pertama kali
kasih aku coklat. Makan bakso bakar waktu kita kehujanan, waktu itu aku merasa
bakso bakar itu adalah bakso paling enak yang pernah aku makan, yah mungkin karena
ada Vino di sampingku haha~masuk akal juga . Bunga mawar putih di ulang tahunku
yang ke 16, itu saat saat yang benar-benar membuatku ingin pingsan, tatapan
matanya, senyumnya, sentuhan tangannya dan bunga terindah yang aku dapat
darinya :D. Dan pada hari ulang tahunku saat itu jugga, dia memberikan kado
istimewanya “First Kiss” rasanya ingin menangis jika harus mengingatnya. Begitu
indah :’D . Namun sejak saat itu dia mulai seenaknya sendiri memperlakukan aku.
Dia selalu menciumku kapanpun saat ada kesempatan. Dan itu membuatku RISIH! Dan
sedikit.. jijik sihh.. mungkin aku berfikir kita masih terlalu kecil untuk hal
itu. Dan saat itu mungkin dia juga berfikir aku seperti anak kecil yang gak
pernah mau di cium karena risih. Mungkin saat itu aku gak mau melukai
perasaannya dan aku pun akhirnya membuat alasan untuk membuat kita BUBAR. Dan
aku yakin itu akan membuatnya sangat marah karena alasan yang aku buat sama
sekali gak masuk akal. Dan mulai saat itu dia seperti menganggap tidak pernah
ada apapun di antara kita. Tidak ada kenangan apapun yang bisa kita ingat.
Bahkan terkadang dia memandangku sinis, mirip tokoh antagonis di sinetron sinetron
yang pernah aku lihat. Itu sangat membuatku takut dan sakit hati. Dan sekarang,
tiap aku memandang matanya aku hanya memalingkan muka. Jantungku berdebar-debar
dan tubuhku gemetar hebat. Air mataku rasanya ingin mengalir deras dan ingin
memeluknya erat-erat saat dia memandangku entah pandangan sinis ataupun
pandangan yang begitu akrab dan sangat hangat seperti barusan. Aku begitu lemah
dihadapannya. *to be a continue*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar