Senin, 28 Mei 2012

★ Part 2

“shaa? Kok malah ngelamun??” :o Tanya Vino yang sebenarnya pelan, namun membuatku kaget karena aku sedang melamun. “aah iyaa iyaa.. okee aku kesana dulu ya?” ucapku sambil melambaikan tangan pada Vino. “daa..” ucapnya sambil melambaikan tangannya dan tersenyum padaku. “uuhh manisnyaa…tapi ada apa dengan dia?” dalam hatiku. Sebenarnya dulu aku pernah sempat jadian sama si Vino. Bisa di sebut mantan sih, tapi aku masih bingung. Kita jadian dan berlangsung 2bulan lebih hingga akhirnya kita bertengkar hebat, dan kita seperti orang yang tidak saling kenal. Namun dengan sikapnya yang seperti itu, aku masih sabar menunggunya dan aku benar-benar masih suka sama dia. Banyak hal yang kita lakukan bersama, yang gak pernah bisa aku lupakan. Mulai dari coklat pertama , dia adalah cowok yang pertama kali kasih aku coklat. Makan bakso bakar waktu kita kehujanan, waktu itu aku merasa bakso bakar itu adalah bakso paling enak yang pernah aku makan, yah mungkin karena ada Vino di sampingku haha~masuk akal juga . Bunga mawar putih di ulang tahunku yang ke 16, itu saat saat yang benar-benar membuatku ingin pingsan, tatapan matanya, senyumnya, sentuhan tangannya dan bunga terindah yang aku dapat darinya :D. Dan pada hari ulang tahunku saat itu jugga, dia memberikan kado istimewanya “First Kiss” rasanya ingin menangis jika harus mengingatnya. Begitu indah :’D . Namun sejak saat itu dia mulai seenaknya sendiri memperlakukan aku. Dia selalu menciumku kapanpun saat ada kesempatan. Dan itu membuatku RISIH! Dan sedikit.. jijik sihh.. mungkin aku berfikir kita masih terlalu kecil untuk hal itu. Dan saat itu mungkin dia juga berfikir aku seperti anak kecil yang gak pernah mau di cium karena risih. Mungkin saat itu aku gak mau melukai perasaannya dan aku pun akhirnya membuat alasan untuk membuat kita BUBAR. Dan aku yakin itu akan membuatnya sangat marah karena alasan yang aku buat sama sekali gak masuk akal. Dan mulai saat itu dia seperti menganggap tidak pernah ada apapun di antara kita. Tidak ada kenangan apapun yang bisa kita ingat. Bahkan terkadang dia memandangku sinis, mirip tokoh antagonis di sinetron sinetron yang pernah aku lihat. Itu sangat membuatku takut dan sakit hati. Dan sekarang, tiap aku memandang matanya aku hanya memalingkan muka. Jantungku berdebar-debar dan tubuhku gemetar hebat. Air mataku rasanya ingin mengalir deras dan ingin memeluknya erat-erat saat dia memandangku entah pandangan sinis ataupun pandangan yang begitu akrab dan sangat hangat seperti barusan. Aku begitu lemah dihadapannya. *to be a continue*

0 komentar:

Posting Komentar

Pink Transparent Star