Sore itu aku dan kak Nessa masak
bubur ayam untuk makan malamku nanti. Sebenarnya aneh kalau di malam hari aku
harus makan bubur ayam yang harusnya cocok untuk sarapan. Kita sholat maghrib
berjamaah dan makan malam bersama. Saat kita makan malam “sha, kamu gak malem
mingguan sama Rena? Kok tumben jam segini masih santai-santai aja? Minggu
kemaren kan kamu sudah gak malam mingguan gara-gara sakit, apa sekarang gak
malam mingguan lagi?” tanya kak Nessa. “males ah kak, paling-paling dia juga
sudah ada janji sama Vino. Mereka kan jadian, dan sekarang aku sama Rena bukan
sahabat lagi!” ucapku sambil manyun n merengut-merengut yang malah bikin kak
Nessa tertawa “jadi kamu lagi ada masalah sama Rena? Marahan gitu?” tanyanya
“yup!” jawabku singkat. “oh ya? Padahal tadi siang kakak tlp2an tuh sama Rena?”
jawab kak Nessa. “udah lah kak, pasti dia cuman mau cari muka sama kakak..
emang dia bilang apa? Dia nyari aku? Bilang aja gak ada ato lagi sibuk kak lain
kali” ucapku sedikit jengkel. “yee GR banget sih shaa.. orang Rena cuman mau
nawarin bajunya ke kakak, hhaha dia jugga gak cariin kamu cuman dia cari kabar
kamu aja,” jawabnya sambil tertawa mengejekku. “hih kakak! Terus kakak bilang
apa sama dia?” tanyaku yang sebenarnya penasaran jugga gimana keadaan Rena. “ya
kakak bilang apa adanya dong sha.. kalo kamu sakit” jawabnya, dan kali ini
wajah kak Nessa menjadi serius. Kita pun mengobrol selama makan malam itu.
Aku kembali ke kamar, namun saat
menutup pintu ruang tamu ada kotak di luar pintu dan aku mengambilnya. Ada
tulisan di kotak itu “untuk Sasha” saat aku buka aku melihat buku diary
berwarna biru gelap yang dihiasi kelip-kelip bintang dengan diatasnya
bertuliskan “Diary Tentang Kelip Bintang”, itu adalah buku diary buatan ku dan
Rena tiap kita ada masalah kita selalu ke taman membawa buku itu sambil
memandang bintang. Kita menuliskan semua masalah di buku itu, dan setelah
masalah itu selesai kita akan menuliskan bagaimana kita menyelesaikan masalah
kemarin. Diary itu membuat kita mempelajari semua yang ada di kehidupan kita,
membuat kita berfikir lebih dewasa. Ada sepucuk surat dari Rena sebenarnya aku
malas untuk membacanya, tapi akhirnya aku juga membacanya.
“hai sha.. maafin aku yaa, di
sini aku tulis semua masalah yang aku alami saat aku liat bintang, saat kamu
gak ada buat aku… waktu aku nulis semua ini aku ngerasa kayak curhat ke kamu,
tapi sayang aku belum bisa mecahin masalah ini sendiri.. diary ini biar kamu
yang bawa, tulis semua masalahmu selama kamu belum mau maafin aku dan belum mau
ngomong sama aku. Aku dengar dari kak Nessa kamu lagi sakit yang lumayan parah,
itu bikin aku bener-bener khawatir :’) segini aja sha.. moga kamu mau maafin
aku, get well soon shaa. ILYSM darl :* aku tetep berusaha selalu ada buat kamu.
With love..
R E
N A “
Aku berlari ke kamar dan membuka
diary itu, di halaman terakhir yang dia tulis memang belum ada cara pemecahan
masalahnya. Aku pun mulai membacanya. Di halaman terakhir itu, Rena
menceritakan bagaimana saat dia di kantin dengan Vino. Benar benar membuatku
terkejut, tersentak, dan meneteskan air mata. Apa maksud semua ini? Ternyata
mereka berduaa…? *to be a continue*

0 komentar:
Posting Komentar