Senin, 28 Mei 2012

★ Part 1


Kriingg.. jam wekker Winnie The Pooh-ku berbunyi nyaring sekali membuyarkann mimpi indahku. “ayo semangat Sasha!” ucap ku dalam hati untuk mengawali hari pertamaku di sekolah. Ku baca lembaran-lembaran yang tercecer di meja belajarku, mulai dari brosur SMK 1 2 3 4 5 blablabla , SMA 1,2,3 blablabla Madrasah Aliyah Negeri dan apalaaah, setidaknya aku mengingat kembali bahwa aku bukan anak smp lagi.. *to be a continue*
Kusahut anduk yang ada di dekat  pintu dan segera bersiap, aku bercermin dan aku sudah siap ke sekolah, meskipun sedikit gugup aku tidak sabar untuk bertemu teman-teman baru ku :D. kak Nessa sudah siap dengan mobil nya aku segera masuk ke mobil dan meluncur ke sekolah baru ku. Sesampai di sekolah aku melihat banyak sekali anak yang masih berpakaian seragam SMP sama sepertiku, aku menarik nafas dalam-dalam, aku mencium tangan kak Nessa dan segera turun dari mobil. Aku memantapkan langkah kaki ku menuju gerbang sekolah, perlahan mulai melangkah, dan tiba-tiba “Shaa!” terdengar suara cowok di belakangku sambil menepuk pundaku.
Aku menoleh, dan betapa kagetnya sampai serasa mataku hamper copot setelah melotot memandangi siapa yang baru saja menyapaku. “Vi.. Vinoo?” aku tersipu malu dan aku menggretakkan tulang-tulang tanganku, yaa itu kebiasaanku saat aku gugup. Vino adalah pangeran impianku haha dia adalah cowok yang aku suka mulai di bangku SMP dulu. “iya shaa, ini aku .. gak usah kaget gitu kali, biasa ajjah..” ucapnya membuatku semakin salah tingkah. “hehe, ya abisnya kaget kamunya tau-tau muncul..” jawabku seraaya menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal sama sekali. Suasana menjadi hening, aku dan Vino saling bertatapan namun aku segera mengalihkan pandanganku dan menunduk malu, “ehm, kalo gitu masuk yuk shaa.. ntar telat lhoo .. hhe” rupanya dia berusaha memecahkan suasana yang benar-benar kaku itu. Aku pun jalan masuk sekolah bersama Vino. “ayo dek buruan! Sudah jam 6.45 ini! Yang baru datang langsung liat papan mading daftar pembagian peleton untuk OSPEK nya!” teriak seorang senior di depan aula yang letaknya di depan bangunan sekolah itu. Vino menarik tanganku dan mengajakku segera melihat di papan madding. Mata kami menelusuri tiap nama yang ada di sana, tidak ada namaku , tidak ada namaku, tidak ada namaku.. yap ada nama Vino di peleton Arjuna. Lalu.. aku? “vino, nama kamu ada di pleton Arjuna tuh” ucapku pada vino yang masih serius melototin itu papan. “iyaa iyaa aku tau..” ucapnya sambil masih tetap melihat papannya “terus kamu ngapain?” tanyaku heran karna dia masih saja memandangi papan “emangnya kamu udh tau masuk pleton mana shaa??” jawab sekaligus tanyanya. Aku hanya diam seraya menggaruk-garuk  kepalaku yang sebenarnya sama sekali tidak gatal , “nah! Itu dia.. pleton Baladewa”, “oke yuk.. buruan kesana , kita udah telat shaa”. *to be a continue*

0 komentar:

Posting Komentar

Pink Transparent Star