Kriingg.. jam wekker Winnie The
Pooh-ku berbunyi nyaring sekali membuyarkann mimpi indahku. “ayo semangat
Sasha!” ucap ku dalam hati untuk mengawali hari pertamaku di sekolah. Ku baca
lembaran-lembaran yang tercecer di meja belajarku, mulai dari brosur SMK 1 2 3
4 5 blablabla , SMA 1,2,3 blablabla Madrasah Aliyah Negeri dan apalaaah,
setidaknya aku mengingat kembali bahwa aku bukan anak smp lagi.. *to be a
continue*
Kusahut anduk yang ada di dekat pintu dan segera bersiap, aku bercermin dan aku
sudah siap ke sekolah, meskipun sedikit gugup aku tidak sabar untuk bertemu
teman-teman baru ku :D. kak Nessa sudah siap dengan mobil nya aku segera masuk
ke mobil dan meluncur ke sekolah baru ku. Sesampai di sekolah aku melihat
banyak sekali anak yang masih berpakaian seragam SMP sama sepertiku, aku
menarik nafas dalam-dalam, aku mencium tangan kak Nessa dan segera turun dari
mobil. Aku memantapkan langkah kaki ku menuju gerbang sekolah, perlahan mulai
melangkah, dan tiba-tiba “Shaa!” terdengar suara cowok di belakangku sambil menepuk
pundaku.
Aku menoleh, dan betapa kagetnya
sampai serasa mataku hamper copot setelah melotot memandangi siapa yang baru
saja menyapaku. “Vi.. Vinoo?” aku tersipu malu dan aku menggretakkan
tulang-tulang tanganku, yaa itu kebiasaanku saat aku gugup. Vino adalah
pangeran impianku haha dia adalah cowok yang aku suka mulai di bangku SMP dulu.
“iya shaa, ini aku .. gak usah kaget gitu kali, biasa ajjah..” ucapnya
membuatku semakin salah tingkah. “hehe, ya abisnya kaget kamunya tau-tau
muncul..” jawabku seraaya menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal
sama sekali. Suasana menjadi hening, aku dan Vino saling bertatapan namun aku
segera mengalihkan pandanganku dan menunduk malu, “ehm, kalo gitu masuk yuk
shaa.. ntar telat lhoo .. hhe” rupanya dia berusaha memecahkan suasana yang
benar-benar kaku itu. Aku pun jalan masuk sekolah bersama Vino. “ayo dek
buruan! Sudah jam 6.45 ini! Yang baru datang langsung liat papan mading daftar
pembagian peleton untuk OSPEK nya!” teriak seorang senior di depan aula yang
letaknya di depan bangunan sekolah itu. Vino menarik tanganku dan mengajakku segera
melihat di papan madding. Mata kami menelusuri tiap nama yang ada di sana,
tidak ada namaku , tidak ada namaku, tidak ada namaku.. yap ada nama Vino di
peleton Arjuna. Lalu.. aku? “vino, nama kamu ada di pleton Arjuna tuh” ucapku
pada vino yang masih serius melototin itu papan. “iyaa iyaa aku tau..” ucapnya
sambil masih tetap melihat papannya “terus kamu ngapain?” tanyaku heran karna
dia masih saja memandangi papan “emangnya kamu udh tau masuk pleton mana
shaa??” jawab sekaligus tanyanya. Aku hanya diam seraya menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya sama sekali tidak
gatal , “nah! Itu dia.. pleton Baladewa”, “oke yuk.. buruan kesana , kita udah
telat shaa”. *to be a continue*

0 komentar:
Posting Komentar