Selasa, 29 Mei 2012

★ Part 4


Dimas emang bener-bener keren, dia cuek banget mungkin karena sifatnya yang cuek n dingin itulah yang bikin apapun yang dia pingin selalu tercapai, dia gak mau tau urusan orang lain dan dia jugga gak suka kalo ada orang yang ikut campur urusannya. Dia gak peduli omongan orang tentang dia.  Dulu Rena bersahabat dekat dengan Dimas dan Nicky tapi sejak saat Rena jadian sama Dimas n sejak Dimas sakit hati karena ejekan Nicky yang tidak suka Dimas begelut di dunia masak-masakan, persahabatan mereka bubar gak tau gimana jadinya. Nicky anak biasa yang berbakat banget, dia berbakat music dan modeling, dengan wajah yang mampu menarik kamu hawa dia dengan mudah mendapat tawaran di sana sini. Jadinya dia ‘banyak duit’ tentunya dari usahanya sendiri. Tapi karena itulah yang malah bikin dia sombong. “Shaa..Ren.. jangan berisik doong, kakak banyak tugas nihh! Gak bisa konsen kan jadinya!!” teriak kak Nessa dari balik pintu kamarku. “iya kaak!” jawab ku dan Rena kompak. “buruan buka! Ini kakak gak bisa buka!” ucap kak Nessa “iya kak, gak berisik lagii..” jawabku sedikit jengkel. “nah looh, jadi gak mau jus jambunya niih??” Tanya kak nesa masih di balik pintu. Aku dan Rena saling bertatapan dan senyum sumringah segera membuka kan pintu kamar untuk kak Nessa, perlahan2 muncul sosok wanita cantik yang membawa dua gelas berisi jus jambu kesukaan ku dan Rena, sudah ku bilang kan kalo selera kita sama? :D. Kita berdua hanya tersenyum, mengambil jus, dan menutup pintu kamar lagi lalu berteriak sama sama dari balik pintu “makasih kak Nessa yang cantik” sementara kak Nessa masih di depan pintu “dasar kalian yaa.. kalo ada maunya ajaa!”.
~~~~~
Di sekolah “sha, istirahat yukk?” ucap Rena. “aduuhh perut ku sakit banget nihh Ren, kamu duluan ajja deh, kalo udah agak enakan aku nyusul..” ucapku sambil meremas-remas perutku yang bener-bener sakit. “apaan shaa? Kamu sakit? Kamu kenapa ? sampek pucet gitu lohh?” ucap Rena khawatir sambil menempel-nempelkan punggung tangannya di dahi dan di leherku. “gak panas kok? Kamu kenapa sihh shaa? Umm, diare?” ucapnya masih dengan mimik yang khawatir, “enggak reen” ucapku yang sebenarnya udah gak kuat ngomong. “umm, laper.. laper??” ucapnya lagi “enggak renaa..” jawabku yang mulai sebell sama Rena, banyak Tanya banget siih gak tau sakit banget apa?? >< “umm kebelet yaah?” tanyanya dengan wajah polos yang masih keliatan khawatir banget. “enggak kok renn, udah kamu istirahat dulu sana, jangan telat makan nyaa.. disminore kali aku..” ucapku sambil mendorong-dorong badanya. “iya dehh, tungguin yaa.. gak lama kok sha..”. Aku melihat Rena yang mulai melangkahkan kakinya meninggalkanku sambil terkadang menoleh ke arahku.
Perutku sudah agak enakan, akhirnya aku memutuskan untuk menyusul Rena meskipun waktu istirahat sebentar lagi sudah habis. Aku melihat Rena duduk sendirian duduknya menghadap ke arah taman dan membelakangiku dia sedang asyik menyantap makanannya, aku ingin menghampirinya namun ada seorang lelaki yang menghampirinya, aku pun mengurungkan niatku aku menghentikan langkahku dan bersembunyi di balik pohon yang lumayan besar dibanding dengan ukuran tubuhku yang kurus. Aku melihat kearah mereka sedetile2nya. Ternyata lelaki itu adalh Vino, dan mereka sepertinya membicarakan hal yang benar-benar serius. Rena mengucapkan sesuatu dengan malu malu dan itu membuat Vino tersentak dan menjadi gugup. Aku berusaha mendengarkan pembicaraan mereka namun sia-sia entah apa yang mereka bicarakan, aku hanya bisa melihat gerak gerik mulut mereka  berusaha mengerti apa yang mereka bicarakan. Lalu Vino menjawab dengan gugup dan malu malu jugga, dan sepertinya itu benar-benar membuat Rena senang hingga Rena memeluk Vino dengan sangat  erat, hah? MEMELUK VINO? Ssalah satu orang yang paling aku sayang? Apa maksudnya?? Jadi mereka ??? “Reenn….. Reenn.. Renaaa..” ucapku gugup yang tak disangka membuat Rena mendengarku dan memandangku dengan wajah SHOCK! “Sashaa?!!”. *to be a continue*

0 komentar:

Posting Komentar

Pink Transparent Star