Rabu, 27 Juni 2012

★ Part 16


Aku segera menghabiskan makananku, aku mengganti pakaianku dan aku berkaca. Kusisir rambutku dan ku ikat setengahnya ke atas, ku pasang arloji di lengan kiriku dan aku memandangnya pukul 12.23. Aku menyahut cardiganku. Aku ke garasi dan aku mengeluarkan sepda pancalku, sudah lama sekali aku tidak memakainya. Bannya sedikit kempes, dan aku memompanya sedikit hingga cukup keras dan kuat untuk aku pakai. Aku memakai sepatu flatku dan aku menaikkan topi di balik cardiganku. Siang bolong begini sudah pasti cuaca panas banget. Aku pergi ke minimarket yang paling dekat, jaraknya 3 blok dari rumahku, lumayan jauh dan lumayan dekat :D. Aku pun goes dengan sepeda kesayanganku. Aku menyahut spaghetti dan pasta-nya. Aku jugga membeli beberapa buah dan ice cream. “ini saja mbak?” ucap kariawan di mini market itu, aku melihat di sekelilingnya akupun mengambil beberpa permen lolly, kesukaanku dan Rena. Setelah membayarnya, aku pun langsung pulang aku merebus mie spaghetti itu lalu aku hidangkan di piring dan ku tuangkan pasta di atasnya.. aku keluarkan beberapa strawberry, kiwi dan manga. Aku potong kecil-kecil dan aku mencampurnya di ice cream vanilla yang aku beli tadi. Aku masukkan ke dalam freezer. Aku melihat kentang goreng instan dan aku pun menggorengnya. Aku tiriskan dan setelah dingin aku campur dengan bumbu BBQ yang masih ada setengah bungkus.. lalu aku sajikan di piring besar, dan aku mengambil 2 mangkuk kecil, aku mengambil botol mayonnaise dan saus sambal. Aku menuangkannya di dua mangkuk itu. crott croott! “upss..” sangking bersemangatnya saus itu menyemprot dengan keras dan mengotori meja dapur serta bajuku. Bodohnya sasha memasak tanpa menggunakan celemek, dan akhirnya aku harus mengganti bajuku lagi.
Ting Tong.. bel rumah berbunyi. Pas sekali setelah aku mengganti pakaianku, aku berlari kecil menuju ruang tamu dan membuka pintu. Terlihat sosok pria paling tampan dan wanita paling cantik sedunia. Aku memeluk mereka berdua, “sasha.. cantik banget! Kamu makin gendut, dan.. seksi :p” ucap Rena setelah melihatku dari ujung kaki hingga ujung rambutku sambil tersenyum genit. “siapa dulu dong, pacarku gitu ren..” ucap Vino seraya mencium keningku dan memberikan kotak kaca yang lumayan besar, di dalamnya ada 2 boneka Barbie dan 1 boneka Ken (Barbie cowok). Ken menggunakan kemeja putih dan celana jeans panjang dan sepatu sneakers hitam putih, memeluk Barbie berambut coklat panjang yang diikat ponytail, dengan baju rajut tanpa lengan dengan topi menggantung dibelakangnya berwarna putih, lengkap dengan jeans dan high heel hitamnya . Dan Barbie itu menggandeng Barbie lain berambut hitam panjang dan berponi, menggunakan dress putih dengan motif-motif bunga berwarna biru, dan menggunakan stiletto biru dongker. “itu aku, kamu, dan Rena.. semoga kamu suka. Itu hadiah buat kamu karena kamu sudah berhasil sembuh..” ucap Vino seraya mengacak-acak rambutku. “makasih banget no.. aku suka banget..” ucapku seraya memeluk Vino. Dia memelukku erat dan memutar-mutarkanku kakiku melayang dan aku merasa terpelanting, aku meremas pundak Vino dan berteriak saking takutnya. Vino-pun menghentikannya, “apa apaan sih no! nyeremin tauk! Kalo jatuh kan nggak lucu banget!” ucapku ngambek sambil memukul lengan Vino. “kalo jatuh ya, aku ketawain, hahaha.. habisnya kamu berat banget sha..” ucap Vino sambil meringis menyipitkan matanya. Saat dia tertawa melihatkan gigi taringnya yang panjang di kedua sisinya, dan dagunya yang  panjang membuatnya terlihat sangat manis. Badannya yang cukup tinggi dan lebih besar dari badanku membuatku nyaman saat memeluknya. “hha kalian itu lucu yaa, nanti sasha kurus kamu suru gendut no.. eh waktunya sasha udah agak seger.an kamu katain berat…” ucap Rena ikut ketawa membuat mata sipitnya terlihat seperti terpejam. Senang sekali melihat mereka berdua tertawa. “oh iya ayo ke ruang makan, aku masakin special buat kalian..” ucapku seraya menarik tangan mereka berdua. “tadaaa…” mereka serentak mencium aroma spaghetti yang menggiurkan itu. “wahh enak nih kayaknya..” ucap Rena, Vino hanya bengong dan melihatku. “udah makan ajja, aku ambilkan sesuatu..” ucapku tidak lupa memberikan senyumanku pada kedua orang yang sangat berarti bagiku itu. aku mengeluarkan ice cream buah yang sudah cukup mengeras lagi, aku menyendoknya kedalam 3 gelas dan aku siramkan sedikit saus coklat di atasnya aku pun membawanya ke ruang makan. Kita bertiga pun makan dan mengobrol banyak. Setelah habis kita meminum ice cream buah buatanku sambil nyamil kentang goreng BBQ yang aku buat tadi. “ini sengaja aku siapin buat kalian, aku mau bilang makasih banyak buat kalian, selama sakit aku udah banyak ngerepotin kalian… terutama Rena” aku memandang Rena yang tengah asyik melahap ice cream buah-ku, dan dia langsung terbelalak dan hampir saja tersedak. Diapun menelan berlahan, “lhoh aku? Aku kan gak ngelakuin apa-apa buat kamu shaa?” jawab Rena heran. “iya ren.. selama aku sakit kamu selalu nungguin aku, ngerawat aku tulus.. sampai-sampai kamu nggak ngerasa gitu.. hheehe makasih banyak ya Ren..” jelasku.  “kita kan bantuin kamu tulus sha.. gak usah makasih gitu, liat kamu sembuh aja udah cukup kok buat kita, iya gak Ren?” sahut Vino yang langsung melahap 2 batang kentang goreng yang ada di tangannya. “iya no, setuju..” ucap Rena. Aku pun tersenyum pada mereka “aku sayang banget sama kalian..” ucapku seraya melihat mereka bergantian. Mereka asyik melahap kentang goreng dan ice cream buahku sambil mengangguk dengan mulut penuh. “hha yaudah habisin ajja :) masih banyak kok kalo kalian mau tambah” ucapku sambil tertawa kecil melihat tingkah mereka. “habisnya enak banget sha :)” ucap Vino masih dengan mulut penuh. *to be a continue*

0 komentar:

Posting Komentar

Pink Transparent Star