Aku segera menghabiskan makananku,
aku mengganti pakaianku dan aku berkaca. Kusisir rambutku dan ku ikat
setengahnya ke atas, ku pasang arloji di lengan kiriku dan aku memandangnya
pukul 12.23. Aku menyahut cardiganku. Aku ke garasi dan aku mengeluarkan
sepda pancalku, sudah lama sekali aku tidak memakainya. Bannya sedikit kempes,
dan aku memompanya sedikit hingga cukup keras dan kuat untuk aku pakai. Aku
memakai sepatu flatku dan aku menaikkan topi di balik cardiganku. Siang
bolong begini sudah pasti cuaca panas banget. Aku pergi ke minimarket yang
paling dekat, jaraknya 3 blok dari rumahku, lumayan jauh dan lumayan dekat :D.
Aku pun goes dengan sepeda kesayanganku. Aku menyahut spaghetti dan pasta-nya.
Aku jugga membeli beberapa buah dan ice cream. “ini saja mbak?” ucap kariawan
di mini market itu, aku melihat di sekelilingnya akupun mengambil beberpa
permen lolly, kesukaanku dan Rena. Setelah membayarnya, aku pun langsung pulang
aku merebus mie spaghetti itu lalu aku hidangkan di piring dan ku tuangkan
pasta di atasnya.. aku keluarkan beberapa strawberry, kiwi dan manga. Aku
potong kecil-kecil dan aku mencampurnya di ice cream vanilla yang aku beli
tadi. Aku masukkan ke dalam freezer. Aku melihat kentang goreng instan dan aku
pun menggorengnya. Aku tiriskan dan setelah dingin aku campur dengan bumbu BBQ
yang masih ada setengah bungkus.. lalu aku sajikan di piring besar, dan aku
mengambil 2 mangkuk kecil, aku mengambil botol mayonnaise dan saus sambal. Aku
menuangkannya di dua mangkuk itu. crott croott! “upss..” sangking bersemangatnya
saus itu menyemprot dengan keras dan mengotori meja dapur serta bajuku.
Bodohnya sasha memasak tanpa menggunakan celemek, dan akhirnya aku harus
mengganti bajuku lagi.
Ting Tong.. bel rumah berbunyi.
Pas sekali setelah aku mengganti pakaianku, aku berlari kecil menuju ruang tamu
dan membuka pintu. Terlihat sosok pria paling tampan dan wanita paling cantik
sedunia. Aku memeluk mereka berdua, “sasha.. cantik banget! Kamu makin gendut,
dan.. seksi :p” ucap Rena setelah melihatku dari ujung kaki hingga ujung rambutku
sambil tersenyum genit. “siapa dulu dong, pacarku gitu ren..” ucap Vino seraya
mencium keningku dan memberikan kotak kaca yang lumayan besar, di dalamnya ada
2 boneka Barbie dan 1 boneka Ken (Barbie cowok). Ken menggunakan kemeja putih
dan celana jeans panjang dan sepatu sneakers hitam putih, memeluk Barbie
berambut coklat panjang yang diikat ponytail, dengan baju rajut tanpa lengan
dengan topi menggantung dibelakangnya berwarna putih, lengkap dengan jeans dan
high heel hitamnya . Dan Barbie itu menggandeng Barbie lain berambut hitam
panjang dan berponi, menggunakan dress putih dengan motif-motif bunga berwarna
biru, dan menggunakan stiletto biru dongker. “itu aku, kamu, dan Rena.. semoga
kamu suka. Itu hadiah buat kamu karena kamu sudah berhasil sembuh..” ucap Vino
seraya mengacak-acak rambutku. “makasih banget no.. aku suka banget..” ucapku
seraya memeluk Vino. Dia memelukku erat dan memutar-mutarkanku kakiku melayang
dan aku merasa terpelanting, aku meremas pundak Vino dan berteriak saking
takutnya. Vino-pun menghentikannya, “apa apaan sih no! nyeremin tauk! Kalo
jatuh kan nggak lucu banget!” ucapku ngambek sambil memukul lengan Vino. “kalo
jatuh ya, aku ketawain, hahaha.. habisnya kamu berat banget sha..” ucap Vino
sambil meringis menyipitkan matanya. Saat dia tertawa melihatkan gigi taringnya
yang panjang di kedua sisinya, dan dagunya yang
panjang membuatnya terlihat sangat manis. Badannya yang cukup tinggi dan
lebih besar dari badanku membuatku nyaman saat memeluknya. “hha kalian itu lucu
yaa, nanti sasha kurus kamu suru gendut no.. eh waktunya sasha udah agak
seger.an kamu katain berat…” ucap Rena ikut ketawa membuat mata sipitnya
terlihat seperti terpejam. Senang sekali melihat mereka berdua tertawa. “oh iya
ayo ke ruang makan, aku masakin special buat kalian..” ucapku seraya menarik
tangan mereka berdua. “tadaaa…” mereka serentak mencium aroma spaghetti yang
menggiurkan itu. “wahh enak nih kayaknya..” ucap Rena, Vino hanya bengong dan
melihatku. “udah makan ajja, aku ambilkan sesuatu..” ucapku tidak lupa
memberikan senyumanku pada kedua orang yang sangat berarti bagiku itu. aku
mengeluarkan ice cream buah yang sudah cukup mengeras lagi, aku menyendoknya
kedalam 3 gelas dan aku siramkan sedikit saus coklat di atasnya aku pun
membawanya ke ruang makan. Kita bertiga pun makan dan mengobrol banyak. Setelah
habis kita meminum ice cream buah buatanku sambil nyamil kentang goreng BBQ
yang aku buat tadi. “ini sengaja aku siapin buat kalian, aku mau bilang makasih
banyak buat kalian, selama sakit aku udah banyak ngerepotin kalian… terutama
Rena” aku memandang Rena yang tengah asyik melahap ice cream buah-ku, dan dia
langsung terbelalak dan hampir saja tersedak. Diapun menelan berlahan, “lhoh
aku? Aku kan gak ngelakuin apa-apa buat kamu shaa?” jawab Rena heran. “iya
ren.. selama aku sakit kamu selalu nungguin aku, ngerawat aku tulus..
sampai-sampai kamu nggak ngerasa gitu.. hheehe makasih banyak ya Ren..” jelasku. “kita kan bantuin kamu tulus sha.. gak usah
makasih gitu, liat kamu sembuh aja udah cukup kok buat kita, iya gak Ren?”
sahut Vino yang langsung melahap 2 batang kentang goreng yang ada di tangannya.
“iya no, setuju..” ucap Rena. Aku pun tersenyum pada mereka “aku sayang banget
sama kalian..” ucapku seraya melihat mereka bergantian. Mereka asyik melahap
kentang goreng dan ice cream buahku sambil mengangguk dengan mulut penuh. “hha
yaudah habisin ajja :)
masih banyak kok kalo kalian mau tambah” ucapku sambil tertawa kecil melihat
tingkah mereka. “habisnya enak banget sha :)”
ucap Vino masih dengan mulut penuh. *to be a continue*

0 komentar:
Posting Komentar