Kamis, 13 September 2012

★ Part 19


Bel istirahat berbunyi, kita bertiga duduk di kursi di depan kelas dengan waja lesu. “46” ucap Ebbi, “60” ucap Rena, “52” ucapku. “baru hari pertama masuk sekolah, sudah di kasih ujian ini nih hasilnya” gerutu Ebbi, “nilai pelajaran Kimia paling bagus nih, parah” gerutu Rena, “kemaren 50 gapapah lah, seenggaknya naik dua poin” omelku. “tauk ah..” ucap Ebbi seraya berdiri dan meninggalkan kita, “mau kemana bi?” tanya Rena, “Kantin” ucapnya singkat. Aku dan Rena saling bertatapan lalu sama-sama mengangkat bahu. Kita berdua masih termenung menatap hasil nilai ulangan kita. “ngomong-ngomong kantinnya dimana yah?” tanya ebbi, ternyata dia balik lagi tanpa sepengetahuan kita berdua. “yuk bareng” kata Rena seraya menarik tanganku.
ooOoo
“Jadi kamu Nuga  sahabat mulai kecilnya yang sering diceritain sama Dimas itu?” tanya Rena pada Ebbi, “iya itu panggilanku waktu kecil, jadi dia sering ceritain aku ke kamu Ren?” tanya ebby. “Iya lah bi, gak mungkin dong aku tau kalo dia gak cerita” jawab Rena. “oh, jadi gitu ceritanya.. jadi kapan kalian balikan Ren?” tanya Ebbi polos. “Besok” jawabku asal ceplos, “apa’an sih Sha! Ihh balikan apa sihh ebbi, kita udah jarang banget komunikasi.. dia itu terlalu sibuk untuk hubungin orang yang gak penting kayak aku.. toh dia pasti udah gak ada rasa sama aku, jadi kita gak mungkin balikan” ucap Rena panjang lebar, dia sama sekali gak bisa sembunyiin salah tingkanya itu. “miss contact ya? Ohh, sibuk? Sangking sibuknya sering banget ceritain Rena ke Ebby, sampek-sampek seneng banget kalo tau Ebby pindah ke sekolah ini.. katanya sih biar bisa awasin kamu gitu” jelas Ebbi sedikit menggoda Rena. Seperti biasa Rena hanya menunduk malu dengan pipinya yang merah bak udang rebus itu. “haha, tuuhh kan.. pasti nanti malem sms.an terus besok balikan deeehh, cieee ciee CLBK nih.. cinta lama bersemu kembali” ucapku sambil tertawa “aahh Sasha!” teriak Rena. “bebii, sudah makan?” suara berat yang khas itu terdengar di telinga kananku. “Vino?! Hehe sudah bii, nih tadi sama mereka, kamu sudah makan? Oh iya kenalin nih anak baru Ebbi, sahabatnya Dimas..” ucapku seraya memperkenalkannya pada Ebby. “sudah bebii, Dimasnya Rena? Vino..” jawabnya lalu memperkenalkan diri pada Ebbi, “Ebbi, Iya Dimas mantanya Rena..”jawab Ebbi menyambut jabatan dari Vino. “No.. ntar jangan lupa yaa, coppy.in filenya…” ucap seorang cewek berambut panjang dengan roknya yang benar-benar mini. Dia hanya berlalu dan memandangiku, aku dan Rena saling bertatapan lalu mengangkt bahu. “file apa bii? Siapa dia??” tanyaku “itu Alda bebii, file buat presentasi besok” ucapnya dengan senyuman khasnya. “Alda siapa siih?” tanyaku penasaran. “temen sekelas, masak gak tau sih bebii?” jawab sekaligus tanya Vino. “enggak” ucapku singkat. “bebii sih, taunya cuma aku mulu” ucap Vino, “iih Vino, apaan siih..” ucapku malu, “loh kok Vino sihh, panggilan sayang dong..” godanya lagi, “iya iya bebiii..” aku hanya tertawa melihat kelakuannya, aku melihat Rena ternyata dia lagi mainin BB nya dan Ebii…
“Kenapa bii?” tanya Vino, “enggak papa kalian lucu ajah J” jawabnya gelagapan. Ternyata dari tadi Ebbi memperhatikan aku dan Vino. “Dah bel masuk tuh bii, masuk sana gih..” ucap Vino padaku sambil membelai rambut panjangku. “daah bebii..” salamku pada Vino diapun berjalan di belakangku lalu masuk ke kelasnya. Aku, Rena, dan Ebbi-pun masuk ke kelas. “Itu tadi pacar kamu ya?” tanya Ebbi, “iya bi, kenapa? Dia mirip sama kamu yah? Hihi, aku sampe pengen ketawa pertama kali liat kamu tadi” jelasku. “hehe masak sih? Ganteng dong aku berarti ya? Gapapah sih, tanya ajah.. emang sudah berapa lama kamu sama dia?” jawab Ebbi. “haha bisa ajah, ganteng dia dong pastinya. Hehe, dulu jalan 6 bulan terus sempet putus, terus balikan ni sudah jalan 5 bulan. Hehe” jelasku pada Ebbi. “wah langgeng ya kalian” ucap Ebbi mendadak jadi aneh. “hehe yah semoga,..” ucapku berusaha mencairkan suasana dengan tersenyum lebar. “senyum kamu manis sha, Ebbi suka lihatnya” ucapnya membuatku canggung. “ciee kalian.. sesuatu nih,” goda Rena. “apaan sih Ren, apa salahnya sih nmengagumi teman sendiri. Ebbi juga suka lihat matanya Rena, cantik. Apa mau bilang ciee juga? Hehe?” ucap Ebbi malah balas menggoda Rena. Kitapun tertawa. Ternyata Ebbi orangnya asyik buat temenan, tiap hari kita jadi sering bercanda cerita-cerita dan berbagi informasi. *to be a continue*

0 komentar:

Posting Komentar

Pink Transparent Star